Bahlil Akui Impor Crude dari AS Lebih Lama: Capai 40 Hari
Azura Yumna Ramadani Purnama
13 March 2026 19:55

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui impor minyak mentah atau crude dari Amerika Serikat (AS) memiliki waktu pengiriman yang lebih lama, dibandingkan impor yang dilakukan dari Timur Tengah.
Dia mencatat bahwa impor dari AS bisa memakan waktu 40 hari, sementara pengiriman komoditas migas dari Timur Tengah hanya mencapai 2–3 pekan. Meskipun begitu, dia menegaskan pemerintah bakal tetap mengalihkan impor minyak mentah dari Timur Tengah ke sejumlah sumber, termasuk dari AS.
“Memang tantangannya adalah kalau dari Amerika lebih lama 40 hari. Kalau dari Middle East itu 2 sampai 3 minggu. Tetapi sekarang kita bikin kontrak jangka panjang. Itu kira-kira yang kita lakukan,” kata Bahlil dalam sidang kabinet paripurna, Jumat (13/03/2026).
Dia mencatat bahwa impor minyak mentah dari Timur Tengah mencapai 20% dari total impor crude yang dilakukan Indonesia, sementara sisanya didatangkan dari Angola, Nigeria, hingga Brasil.
Impor Bensin


























