Rupiah Stagnan, Harga Minyak Dekati US$90 Lagi
Tim Riset Bloomberg Technoz
11 March 2026 15:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini (11/3/2026) stagnan di level Rp16.800-an/US$. Dalam pembukaan tadi pagi, rupiah berada di level Rp16.852/US$, dan dalam penutupan sore ini rupiah spot dibanderol Rp16.870/US$.
Kembali menguatnya indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia di 98,86 membawa pergerakan beragam bagi mata uang Asia. Namun, mayoritas berada di zona merah. Won Korea Selatan melemah paling dalam 0,43% disusul peso Filipina, baht Thailand, rupee India, yen Jepang, rupiah, dolar Hong Kong dan ringgit Malaysia. Sebaliknya, hanya dolar Taiwan, yuan offshore China, dan dolar Singapura menguat.
Ketidakpastian mengenai durasi konflik geopolitik, diperkirakan dapat memperburuk kekhawatiran ekonomi yang sudah lebih dulu ada. Sementara, kenaikan harga minyak mentah berpotensi memicu tekanan inflasi di Indonesia yang masih menjadi net importir minyak.
Sore ini harga minyak Brent kembali terapresiasi 2,44% menjadi US$89,94 per barel. Jika harga minyak berada di US$90 lebih lama, pelemahan rupiah lebih lanjut berpotensi tak terhindarkan.
Pelemahan rupiah ini menjalar juga ke pasar surat utang yang mengalami aksi jual hari ini. Kenaikan yield terjadi pada tenor pendek hingga menengah. Tenor 2Y naik 9 bps ke 5,82%, tenor 3Y naik 11 bps jadi 5,93%, tenor 5Y naik ke 6,13% dan 7Y sudah menyentuh 6,58%. Bahkan tenor 10Y mengalami kenaikan tertinggi dalam enam bulan terakhir menjadi 6,7%.






























