Tekanan Dolar Mereda, Rupiah Menguat Tiga Hari Beruntun
Tim Riset Bloomberg Technoz
23 January 2026 15:32

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat 0,37% ke posisi Rp16.822/US$ pada perdagangan spot Jumat (23/1/2026). Apresiasi rupiah tiga hari berturut-turut menyusul keputusan bank sentral mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%, konsisten dengan prediksi pasar, membuat rupiah mendapat tenaga.
Bank Indonesia menyatakan siap melakukan intervensi secara signifikan untuk menyokong laju penguatan rupiah yang sempat menembus batas terlemah sepanjang sejarah pada awal pekan ini.
Meski begitu, rupiah masih berada dalam kondisi rentan. Di tengah perlambatan ekonomi domestik, BI juga mempertimbangkan opsi pelonggaran moneter di tahun ini, setelah pengurangan kumulatif sebanyak 150 basis poin sepanjang September 2024 hingga September 2025. Tentu dengan catatan. Asalkan inflasi terjaga dalam kisaran target 1,5-3,5% selama tahun 2026-2027, dan kondisi eksternal kondusif yang ditandai dengan stabilnya indeks dolar AS.
Para analis dan ekonom memprediksi BI akan melonggarkan suku bunga sebanyak tiga kali tahun ini dengan masing-masing penurunan 25 basis poin.
Pekan ini, rupiah dan beberapa mata uang Asia mendapatkan angin segar dan bisa bernafas lebih lega setelah indeks dolar AS terkikis, di tengah meredanya tensi ketegangan geopolitik dan ekspektasi suku bunga AS yang akan dipertahankan oleh The Fed, bank sentral AS, di level yang sama dengan sebelumnya.




























