Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

Penyebab IHSG Melemah Hingga Tinggalkan Zona 9.000

Muhammad Julian Fadli
23 January 2026 13:38

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Sesi I di zona merah hari ini, Jumat (23/1/2026). Melemahnya sejumlah saham–saham LQ45 berkapitalisasi besar atau big caps menjadi pemberat.

IHSG ditutup di posisi 8.876,89. Melemah 1,28% dibanding dengan penutupan hari sebelumnya.

Penutupan IHSG Sesi I pada Jumat 23 Januari 2026 (Bloomberg)

Sepanjang perdagangan IHSG terjerembab di zona merah dengan rentang perdagangan pada area level 9.039,66 sampai dengan terlemahnya 8.837,82. Data perdagangan memperlihatkan nilai perdagangan mencapai Rp18,39 triliun dari 40,89 miliar saham yang ditransaksikan. Dengan frekuensi jual–beli mencapai 2,13 juta kali.


Sebanyak 585 saham mengalami penurunan, dan hanya ada 124 saham menguat. Sedangkan ada 95 saham tidak bergerak.

Sejumlah saham menjadi pendorong pelemahan IHSG sepanjang perdagangan hari ini. Saham–saham konsumen non primer, saham transportasi, dan saham energi mencatatkan penurunan paling dalam, dengan masing–masing amblas 2,88%, 2,66%, dan 2,35%.