Pelemahan pada saham konsumen non primer diperberat oleh amblesnya harga saham PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) yang jatuh 14,6% dan PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) yang turun 12,9%. Serta PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS) anjlok 11,9%.
Adapun saham–saham transportasi juga jadi pendorong pelemahan IHSG adalah PT Utama Radar Cahaya Tbk (RCCC) terpeleset 9,71%, PT Mitra International Resources Tbk (MIRA) ambruk 8,11%, dan PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) terjungkal 7,81%.
Hingga penutupan perdagangan Sesi I, indeks LQ45 yang berisikan saham–saham big caps tercatat melemah 0,68% ke 869,19.
Adapun saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memimpin pelemahan saham LQ45 karena telah mengalami penurunan harga mencapai 8,74%. Disusul oleh melemahnya saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang ambles 4,89%.
Sedangkan saham–saham unggulan LQ45 selanjutnya, seperti saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berada pada zona merah dengan kehilangan 3,23%. Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga melemah 2,64%.
Sama halnya dengan saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang melemah 2,44%. Untuk PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sahamnya drop 2,19%.
Utamanya, sentimen dari dalam negeri jadi pemicu. Pelemahan IHSG terjadi seiring dengan aksi foreign outflow yang meningkat serta berlanjutnya tekanan jual pada saham–saham konglomerasi berkapitalisasi besar, seperti BREN, BRPT, dan PTRO.
Yang juga jadi perhatian, harga emas naik 2,55% menjadi US$4.952,34/troy ons didorong oleh pelemahan indeks dolar AS (DXY) yang dalam sepekan turun 1,03%.
Riset Panin Sekuritas memaparkan, Presiden AS Donald Trump menginformasikan sudah memutuskan terkait dengan kandidat Gubernur The Fed berikutnya yang kemudian meningkatkan ketidakpastian kebijakan moneter dan mendorong investor beralih ke aset safe haven, yaitu emas.
Secara teknikal, terjadi pelebaran pada negative slope dan Stochastic RSI turun menuju oversold.
(fad/aji)





























