Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Diprediksi Menguat Terbatas

Tim Riset Bloomberg Technoz
23 January 2026 08:12

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah bergerak melemah di perdagangan kontrak derivatif Non-Deliverable Forward (NDF), Jumat (23/1/2026), ketika indeks dolar Amerika Serikat (AS) justru sedang terkikis. 

Mengacu data Bloomberg pagi ini, rupiah NDF di bursa offshore dibuka melemah 0,02% ke posisi Rp16.842/US$, dan tak berselang posisinya kembali susut 0,04% ke Rp16.845/US$. Padahal kemarin rupiah NDF ditutup menguat 0,45% di Rp16.845/US$. 

Rupiah bergerak di rentang Rp16.842/US$ hingga Rp16.972/US$, lebih kuat dari pergerakan kemarin di level Rp16.914/US$ hingga Rp16.838/US$. Ini dapat memberi sinyal rupiah dapat mempertahankan posisi penguatan terbatasnya di pasar spot pagi ini. 


Pagi ini, mata uang Asia bergerak beragam dengan penguatan terbesar datang dari baht Thailand 0,95%, ringgit Malaysia 0,21%, dolar Singapura 0,02%. Sementara, yen Jepang tergerus 0,07%, won Korea Selatan melemah 0,06% dan dolar Hong Kong susut 0,01%. 

Rupiah diperkirakan akan menguat terbatas hari ini dengan adanya kombinasi sentimen eksternal dan internal. Dari luar negeri, tensi mulai mereda setelah Presiden AS Donald Trump menarik mundur ancaman tarif terhadap delapan negara Eropa dengan kesepakatan kerangka perdagangan terkait Greenland. Namun, dengan kondisi perdagangan global yang semakin dipersenjatai dengan tarif ini membuat perekonomian global tersendat.