Di tengah produksi yang turun, permintaan justru diperkirakan naik karena Ramadan dan Tahun Baru Imlek. Ekspektasi terhadap peningkatan permintaan tercermin dari proyeksi ekspor produk minyak sawit Malaysia yang diperkirakan naik 8.64-11,4% pada periode 1-20 Januari dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana proyeksi harga CPO untuk hari ini, Jumat (23/1/2026)? Apakah akan ada kenaikan empat hari beruntun?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO nyaman di zona bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 62. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Akan tetapi, investor perlu hati-hati karena indikator Stochastic RSI 14 hari sudah di angka 100. Paling tinggi, sangat jenuh beli (overbought).
Untuk perdagangan hari ini, harga CPO sepertinya berisiko turun. Kenaikan tiga hari tanpa putus membuka kemungkinan akan terjadinya koreksi teknikal.
Cermati pivot point di MYR 4.140/ton. Dari sini, harga CPO bisa saja mengetes support MYR 4.100/ton yang merupakan Moving Average (MA) 5. Support lanjutan ada di MA-10 yakni MYR 4.072/ton.
Target paling pesimistis atau support terjauh ada di MYR 4.062/ton.
Namun andai harga CPO masih bisa naik, maka MYR 4.197/ton akan menjadi resisten terdekat. Resisten berikutnya ada di MYR 4.201/ton.
Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah MYR 4.240/ton.
(aji)






























