Logo Bloomberg Technoz

Istana soal BUMN Tekstil Baru: Tahap Proses, Sritex Harus Selamat

Dovana Hasiana
20 January 2026 07:40

Pedagang merapihkan bahan kain tekstil yang dijual di Cipadu, Kota Tangerang, Banten, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pedagang merapihkan bahan kain tekstil yang dijual di Cipadu, Kota Tangerang, Banten, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi buka suara mengenai wacana pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tekstil.

Politikus Partai Gerindra itu mengatakan BUMN tersebut akan diminta untuk fokus menangani masalah garmen dan tekstil, khususnya pasca-kejadian pailit yang menimpa PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). 

Prasetyo mengatakan wacana pembentukan BUMN tekstil ini sedang dalam proses dan diharapkan bisa selesai dalam waktu dekat. Bagaimanapun, kata Prasetyo, Sritex merupakan industri tekstil yang harus diselamatkan karena mempekerjakan 10.000 karyawan. 


"Sehingga Sritex bagaimanapun kita harus selamatkan dalam artian kegiatan ekonominya tetap harus berjalan karena di sana kurang lebih mempekerjakan 10.000 karyawan dan cukup besar kegiatan ekonomi yang dihasilkan dari produk-produk pakaian, seragam, baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor ke mancanegara," ujar Prasetyo kepada awak media, Senin (19/1/2026). 

Bila diperlukan, kata Prasetyo, pemerintah juga akan membuka kemungkinan pemberian insentif pada sektor tektil. Lagipula, katanya, garmen dan tekstil merupakan industri padat karya yang memerlukan perhatian dari pemerintah.