Logo Bloomberg Technoz

ExxonMobil Nyaris Gagal Capai Ekspektasi Meski Harga Minyak Naik

News
31 July 2026 20:30

Tangki penyimpanan terlihat di kilang minyak ExxonMobil di sepanjang Houston Ship Channel di Houston, Texas./Bloomberg-Carlos Javier Sanchez
Tangki penyimpanan terlihat di kilang minyak ExxonMobil di sepanjang Houston Ship Channel di Houston, Texas./Bloomberg-Carlos Javier Sanchez

Kevin Crowley - Bloomberg News

Bloomberg, ExxonMobil Holdings Corp nyaris gagal memenuhi perkiraan laba meski harga minyak mentah melonjak dan margin produksi bahan bakar melebar, seiring konflik AS-Iran memasuki bulan keenam.

Laba kuartal kedua yang disesuaikan sebesar US$3,52 per saham 2 sen lebih rendah dari perkiraan rata-rata dalam survei Bloomberg. Kegagalan Exxon ini sebagian disebabkan oleh pemeliharaan kilang, yang membuatnya tidak dapat sepenuhnya memanfaatkan harga bensin, solar, dan bahan bakar jet yang tinggi.


Meski demikian, laba keseluruhan sebesar US$14,7 miliar merupakan yang terbesar sejak invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022 mengguncang pasar global. Chevron Corp sebelumnya melaporkan laba yang meningkat tajam, menyusul laporan yang sama-sama optimis dari Shell Plc dan TotalEnergies SE dalam beberapa hari terakhir. 

Gangguan pasokan minyak mentah terbesar dalam sejarah terbukti sangat menguntungkan bagi perusahaan-perusahaan minyak raksasa, karena pelanggan berlomba-lomba mencari pengganti pasokan dari Teluk Persia, pintu gerbang bagi 20% pasokan minyak dunia.