Logo Bloomberg Technoz

Cegah Mangkrak, Proyek PLTS 100 GW Didesak Punya Satgas dan PMU

Sabrina Mulia Rhamadanty
31 July 2026 17:00

Solar Energy System Sudamala Resorts, Suryagen, Xurya (Dok. Sudalama Resorts)
Solar Energy System Sudamala Resorts, Suryagen, Xurya (Dok. Sudalama Resorts)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Institute for Essential Services Reform (IESR) mengusulkan pembentukan satuan tugas (satgas) dan project management unit (PMU) khusus untuk mengawal program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW).

Langkah ini dinilai krusial guna mencegah proyek raksasa tersebut mangkrak di tengah jalan.

Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa menegaskan proyek ini harus dikelola sebagai sebuah agenda nasional, terlebih jika diresmikan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Apalagi, target ambisius pemerintah membutuhkan eksekusi yang cepat dan terintegrasi lintas sektor.


"IESR mengusulkan adanya task force atau satgas. Selain satgas, perlu juga ada project management unit karena ini harus dikelola sebagai sebuah proyek besar, apalagi jika masuk sebagai PSN," kata Fabby saat dihubungi, Jumat (31/7/2026).

PLTS Lipang dengan kapasitas 93 kWp yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto, di Desa Lipang, Sulawesi Utara (26/6). (PLN)

Fabby menjelaskan penyelesaian proyek dalam kurun 2—3 tahun menuntut pengerjaan secara paralel yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.