Logo Bloomberg Technoz

Presiden Prabowo Wanti-wanti Perang Nuklir

Dovana Hasiana
31 July 2026 20:10

Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto. (Dok: Bloomberg)
Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia tidak bisa meremehkan perang nuklir, baik yang terjadi di Ukraina maupun Timur Tengah. Menurutnya, setiap hari terdapat berita mengenai peningkatan eskalasi geopolitik, khususnya dalam konteks senjata nuklir. 

Sebagai contoh, kata Prabowo, Iran sudah memiliki senjata nuklir. Saat ini, Arab Saudi juga ingin memiliki senjata nuklir. Bila Arab Saudi ingin memiliki senjata nuklir, maka kata Prabowo, tidak menutup kemungkinan Uni Emirat Arab juga mau memiliki senjata nuklir. 

“Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Emirates juga mau punya senjata nuklir. Qatar juga mau punya senjata nuklir. Mesir juga mau punya senjata nuklir,” ujar Prabowo dalam pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri, Jumat (31/07/2026). 


Tak hanya di Kawasan Timur Tengah, kata dia, perang nuklir bisa saja merembet hingga kawasan Asia Tenggara -- kawasan yang selama ini dikenal sebagai zona perdamaian. Toh, pada saat ini, ada sejumlah konflik internal atau pun antarnegara di kawasan ASEAN. Konflik terjadi di internal Myanmar yang melibatkan puluhan milisi bersenjata. Di sisi lain, terdapat konflik antara Thailand dan Kamboja.

"Bahkan bahaya perang nuklir tidak bisa kita remehkan, baik di Ukraine maupun di Timur Tengah. Kita pun yang kita tidak duga-duga yang kita anggap ASEAN adalah zona perdamian, terjadi perang," kata Prabowo.