Dibuka Hijau, Rupiah Berbalik Jadi yang Terlemah di Asia
Tim Riset Bloomberg Technoz
19 January 2026 09:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat 0,11% ke posisi Rp16.866/US$ di perdagangan pasar spot ,Senin (19/1/2026). Namun tak berselang lama, rupiah terpeleset 0,2% ke Rp16.919/US$.
Padahal indeks dolar AS bergerak menurun 0,22% ke posisi 99.178. Indeks dolar AS yang menurun memberi ruang nafas bagi nilai tukar mata uang Asia yang hari ini bergerak beragam, dengan kecenderungan menguat.
Penguatan dipimpin oleh baht Thailand sebesar 0,35%. Disusul yen Jepang terapresiasi 0,22% dolar Singapura 0,18%.
Sementara dari zona merah, rupiah menjadi mata uang yang paling banyak tergerus. Disusul peso Filipina 0,07% dan won Korea Selatan 0,01%.
Pergerakan mata uang Asia menyambut World Economic Forum tahunan yang akan diselenggarakan pekan ini di Davos (Swiss). Pelaku pasar juga sedang memantau data inflasi pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS bersamaan dengan angka produk domestik bruto (PDB) AS. Kedua data ini akan memengaruhi arah pergerakan suku bunga bank sentral AS.



























