Logo Bloomberg Technoz

Awal Pekan, Rupiah Offshore Kembali Melemah

Tim Riset Bloomberg Technoz
19 January 2026 07:55

Karyawan memberikan uang rupiah dan dolar AS kepada nasabah di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memberikan uang rupiah dan dolar AS kepada nasabah di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kontrak rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) offshore bergerak menguat tipis pada perdagangan Senin pagi (19/1/2026). Rupiah sempat anjlok 0,12% pada perdagangan Jumat pekan lalu dan menyentuh level Rp16.924/US$, ketika pasar keuangan Indonesia libur untuk peringatan Isra Mi'raj.  

Melansir data realtime Bloomberg, nilai kontrak rupiah NDF hari ini naik 0,18% dan diperdagangkan Rp16.906/US$. Tak berselang lama, rupiah kembali bergerak menurun dan menyisakan penguatan 0,2% di level Rp16.920/US$. 

Di pasar Asia, nilai tukar mata uang bergerak beragam. Mayoritas pasar yang sudah dibuka bergerak menguat. Seperti yen Jepang menguat 0,32%, dolar Singapura 0,19%, offshore renminbi China 0,12%, ringgit Malaysia 0,12%, dan won Korea Selatan 0,13%. Sementara, hanya dolar Hong Kong yang tergerus tipis 0,02%. 

Nilai tukar mata uang Asia terhadap dolar AS, Senin pagi (19/1/2026). (Bloomberg).

Penguatan beberapa mata uang Asia sejalan dengan pelemahan indeks dolar yang tergerus 0,16% ke level 99.230, setelah dibuka menguat 0,04% di posisi 99.436 pagi ini. 

Bagi rupiah, pekan lalu adalah pekan yang panjang untuk memperkuat posisinya terhadap dolar AS. Lantas, bagaimana nasibnya pada pekan ini?