Penyebab Pungutan Pajak Minim: Sistem Pajak dan Batas Omzet Rumit
Pramesti Regita Cindy
15 January 2026 11:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom membeberkan sejumlah faktor struktural yang menyebabkan penerimaan pajak Indonesia masih rendah. Salah satu indikatornya tercermin dari rasio pajak terhadap produk domestik bruto atau tax to GDP ratio yang terus menunjukkan tren penurunan, hingga kini telah berada di bawah 10%.
Peneliti Senior LPEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Vid Adrison menilai kompleksitas sistem pajak rokok di Indonesia menjadi salah satu yang paling rumit di dunia. Sebab menurut dia, penetapan tarif cukai rokok di Indonesia mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari teknik produksi, skala produksi, jenis rasa, hingga harga jual.
"Saya tidak kaget kalau pajak untuk rokok ini tidak terpenuhi," kata Vid dalam acara Indonesian Business Council di Jakarta, Rabu (14/1/2026) malam.
Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait rencana penambahan lapisan tarif atau tier baru dalam cukai rokok. Menurut dia, kebijakan tersebut berpotensi mendorong praktik downtrading, yakni peralihan konsumsi ke rokok yang lebih murah, sehingga justru menekan penerimaan negara.
Tak hanya itu, Vid juga menyoroti masih banyaknya masyarakat yang berada di luar sistem perpajakan. Berdasarkan data Komite Pengawas Perpajakan (Komwasjak), hanya sekitar 47% penduduk yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).































