Harga Minyak Terus Naik, AS Siapkan Pengawalan di Selat Hormuz
News
04 March 2026 08:10

Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak mentah dunia melanjutkan tren penguatan seiring pecahnya serangan baru di Timur Tengah. Para pelaku pasar kini tengah menimbang rencana Amerika Serikat untuk mengasuransikan dan mengawal kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz, jalur air vital yang saat ini hampir lumpuh total.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak di atas $75 per barel setelah reli 11% selama dua hari—kenaikan terbesar dalam empat tahun terakhir. Sementara itu, Brent ditutup mendekati level $81. Presiden Donald Trump pada hari Selasa menyatakan bahwa US International Development Finance Corporation (DFC) akan menawarkan asuransi bagi kapal-kapal guna menjamin aliran energi dan perdagangan, serta menyediakan pengawalan angkatan laut "jika diperlukan."
Langkah AS ini muncul di tengah tanda-tanda gangguan besar bagi produsen minyak regional akibat penutupan jalur laut tersebut. Irak, produsen terbesar kedua di OPEC, telah mulai menutup ladang Rumaila—ladang terbesar di negara itu—serta proyek West Qurna 2. Menurut sumber yang memahami masalah ini, penghentian operasional tersebut akan memangkas mayoritas produksi minyak Irak.
Pasar minyak global saat ini berada dalam gejolak akibat perang AS-Israel melawan Iran, dengan aksi saling serang yang meluas ke seantero Timur Tengah. Perang ini telah menghentikan aktivitas perdagangan, memaksa produsen mengunci hasil produksi, hingga menutup kilang minyak dan pabrik ekspor gas utama. Lonjakan harga minyak mentah, gas, dan produk minyak bumi kini membangkitkan momok krisis energi global.































