Lelang Sukuk: Investor Ramai Masuk Tapi Pilih Tenor Pendek
Dian Sari Pertiwi
14 January 2026 07:43

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lonjakan permintaan pada lelang sukuk perdana tahun ini jadi kabar baik bagi pembiayaan negara. Kemarin, Selasa (13/1/2026), pemerintah kembali melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan total penawaran yang masuk naik 3,08 kali daripada lelang sukuk terakhir pada Desember tahun lalu.
Melansir data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), nilai penawaran (incoming bids) di lelang tersebut melonjak 308% dari Rp18,85 triliun pada lelang sebelumnya pada 9 Desember 2025, menjadi Rp56,26 triliun pada lelang kemarin.
Meski minat pasar tinggi, pemerintah hanya memenangkan lelang sebesar Rp12 triliun. Sehingga, bid-cover-to-ratio ikut terkerek dari 2,36 kali pada lelang sebelumnya menjadi 4,61 kali pada lelang kemarin.
Jika dicermati, mayoritas investor yang masuk ingin bermain aman. Sebab hampir setengah dari total permintaan mengalir pada tenor pendek.
Preferensi ini mengindikasikan bahwa investor tidak siap dengan tenor jangka panjang. Berinvestasi dalam durasi pendek dianggap lebih taktis untuk menjaga fleksibilitas portofolio di tengah ketidakpastian dan tekanan makro yang terus menguat.





























