Logo Bloomberg Technoz

Menengok Energi Hijau Kala Krisis Iran Guncang Pasar Migas

News
04 March 2026 16:50

Turbin pembangkit angin./dok. Bloomberg
Turbin pembangkit angin./dok. Bloomberg

Laura Millan dan Akshat Rathi - Bloomberg News

Bloomberg, Krisis yang sedang berlangsung di Timur Tengah memicu gangguan terbesar di pasar minyak dan gas alam sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Qatar menutup fasilitas ekspor LNG terbesar di dunia, Arab Saudi menangguhkan operasi kilang minyak terbesar mereka, dan lalu lintas tanker melalui Selat Hormuz yang strategis hampir terhenti total.

Dan ini baru hari keempat. Presiden AS Donald Trump berencana melanjutkan serangan udara terhadap Iran selama empat hingga lima minggu ke depan. Dunia saat ini mengalami kelebihan pasokan minyak dan gas, tetapi konflik yang berkepanjangan akan mengubah peta pasar energi.


Sekilas, ketidakstabilan dan lonjakan harga menjadi argumen lain mengapa energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin—yang diproduksi di dalam negeri dan terisolasi dari ketegangan eksternal—merupakan pilihan yang lebih aman. Namun, para ahli memperingatkan bahwa situasinya lebih kompleks dari itu.

Harga Gas Eropa Naik Akibat Krisis Iran. (Bloomberg)

"Harga minyak dan gas yang tinggi pada prinsipnya merupakan kabar baik bagi teknologi alternatif karena membuatnya lebih kompetitif," kata Thijs Van de Graaf, pakar energi Brussels Institute for Geopolitics. "Menjadi lebih menarik untuk memasang panel surya, pompa panas, dan teknologi lain yang dapat mengurangi ketergantungan pada gas."