Rupiah Masih Terjepit Perang dan Arus Modal Keluar
Tim Riset Bloomberg Technoz
04 March 2026 15:53

Bloomberg Technoz, Jakarta - Hari ini rupiah seperti mendapat penjagaan dari 'pawang'-nya. Setelah sempat dibuka melemah 0,43% pada pembukaan pagi tadi, pada penutupan rupiah menyisakan pelemahan 0,17%.
Di pasar spot hari ini, Kamis (4/3/2026), rupiah dibanderol Rp16.885/US$ setelah sempat bertengger di posisi Rp16.929/US$ tadi pagi.
Pelemahan rupiah hari ini terseret aksi jual yang terjadi di pasar saham dan pasar Surat Berharga Negara (SBN). Prospek kenaikan harga minyak dan penguatan indeks dolar AS sebesar 0,1% di 99,15 membawa kekhawatiran terhadap daya tarik investasi di pasar emerging markets, dan membuat investor memangkas eksposur mereka terhadap aset-aset di berkembang.
Meski begitu, beberapa mata uang Asia masih ada yang bergerak di zona hijau. Di antaranya won Korea Selatan menguat 1,1%, disusul yen Jepang 0,17% dan yuan China 0,10%, serta ringgit Malaysia 0,08%. Penguatan sebagian mata uang Asia ini membuat pasar valuta asing tidak sepenuhnya 'terbakar' perang AS-Iran.
Dengan penguatan dolar AS yang cukup signifikan dan gempuran ketidakstabilan geopolitik ini, membuat bank sentral di negara-negara emerging markets melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar mata uang masing-masing. Namun, hasilnya berbeda tergantung kondisi ekonomi domestiknya dan profil risiko yang dilihat oleh investor global.































