Logo Bloomberg Technoz

Haloskin Hadirkan Solusi Klinik Kulit Digital Terintegrasi


(Dok. Halodoc)
(Dok. Halodoc)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Mengawali tahun 2026, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya kesehatan diri terus mengalami peningkatan, termasuk dalam menjaga kesehatan kulit. Rutinitas perawatan kulit kini tidak lagi dipandang sebagai kebutuhan sekunder, melainkan bagian dari gaya hidup sehat yang menyeluruh. Kondisi ini mendorong pertumbuhan layanan dermatologi yang mudah diakses, aman, dan berbasis medis.

Sejalan dengan tren tersebut, Haloskin, klinik digital perawatan kulit dari Halodoc, memperkuat perannya dalam menyediakan solusi dermatologi digital yang terjangkau dan terpersonalisasi. Sejak pertama kali diluncurkan satu tahun lalu, Haloskin telah mendukung lebih dari 45.000 rangkaian perawatan kulit bagi masyarakat Indonesia di berbagai kelompok usia.

Haloskin hadir sebagai bagian dari komitmen Halodoc untuk menyederhanakan akses layanan kesehatan, khususnya perawatan kulit yang diformulasikan secara personal dan sesuai standar medis. Layanan ini mengombinasikan teknologi digital dengan pendampingan dokter spesialis kulit berpengalaman, sehingga pengguna dapat memperoleh perawatan yang aman dan efektif tanpa harus datang langsung ke klinik fisik.

Pendekatan Haloskin dirancang untuk mendampingi pengguna dalam berbagai fase kehidupan. Mulai dari remaja yang baru mengenal perawatan kulit, dewasa dengan aktivitas padat, hingga orang tua yang kerap mengesampingkan waktu untuk diri sendiri. Melalui kampanye #YouDeserveBetter yang berlanjut hingga tahun ini, Haloskin menekankan pentingnya memberikan ruang bagi setiap individu untuk tetap merawat diri di tengah kesibukan.

Beragam kondisi kulit menjadi fokus layanan Haloskin, antara lain jerawat, kulit kusam, lipatan gelap, hingga tanda-tanda penuaan. Dengan pendekatan medis yang terukur, Haloskin berupaya menjawab kebutuhan masyarakat akan solusi perawatan kulit yang tidak bersifat generik, melainkan disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

Pengalaman positif dirasakan oleh banyak pengguna, salah satunya Mawar Juwita, 29 tahun, yang menjalani perawatan jerawat melalui Haloskin. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya telah mencoba berbagai produk perawatan, namun belum mendapatkan hasil yang memuaskan.

“Sebelum pakai Haloskin, aku sudah coba berbagai produk perawatan, tapi hasilnya belum sesuai harapan. Namun, dalam satu bulan penggunaan paket rangkaian perawatan dari Haloskin, jerawat aktif, komedo, dan bruntusan di wajahku sudah memudar. Konsultasinya mudah dengan dokter kulit yang responsif, dan aku merasa dipantau terus sampai kulitku membaik. Rasanya seperti punya klinik pribadi di rumah, tapi tetap dengan harga terjangkau.”

Cerita seperti Mawar bukanlah kasus tunggal. Halodoc mencatat bahwa empat dari lima pengguna Haloskin merasakan pengurangan jerawat setelah pemakaian rutin selama 14 hari. Data ini menunjukkan efektivitas pendekatan perawatan berbasis medis yang diterapkan oleh Haloskin.

Pendekatan Medis dan Pendampingan Dokter

(Dok. Halodoc)

Sebagai klinik digital berbasis medis, Haloskin berada di bawah pengawasan Board of Dermatologist yang terdiri dari dokter spesialis kulit dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Pengawasan ini bertujuan memastikan seluruh layanan memenuhi standar keamanan, efektivitas, serta praktik klinis yang telah teruji.

dr. Rina Diana Winta, Sp.DVE, yang tergabung dalam Board of Dermatologist Haloskin, menekankan pentingnya perawatan kulit yang disesuaikan dengan kondisi individu. Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap perbedaan kebutuhan kulit semakin meningkat seiring bertambahnya edukasi.

“Selama satu tahun mendampingi pengguna Haloskin, kami melihat masyarakat semakin menyadari bahwa kondisi kulit setiap orang berbeda, bergantung pada usia, aktivitas, dan kebiasaan sehari-hari. Karena itu, penting untuk mendapatkan rekomendasi langsung dari dokter spesialis kulit agar hasilnya benar-benar sesuai kondisi masing-masing.”

Ia menambahkan bahwa seluruh formula perawatan Haloskin dikembangkan menggunakan kandungan aktif berstandar medis dan disesuaikan secara personal. Selain itu, pengguna juga mendapatkan pendampingan dokter selama proses perawatan berlangsung.

“Di Haloskin, setiap formula dikembangkan menggunakan kandungan aktif berstandar medis dan disesuaikan dengan kebutuhan personal pengguna. Pengguna juga mendapatkan pendampingan dokter selama proses perawatan, sehingga keamanan dan efektivitasnya tetap terjaga.”

Dalam praktiknya, Haloskin menggabungkan penilaian kondisi kulit oleh dokter, rekomendasi produk yang disesuaikan, serta akses konsultasi dan pemantauan selama 30 hari penuh. Pendekatan ini memungkinkan pengguna untuk memantau perkembangan kondisi kulit secara berkala dan melakukan penyesuaian perawatan jika diperlukan.

Memasuki tahun baru, Haloskin juga memperluas ragam layanannya dengan menghadirkan rangkaian perawatan yang semakin spesifik. Di antaranya perawatan jerawat untuk meredakan jerawat aktif dan mencegah jerawat baru, perawatan kulit kusam untuk membantu mencerahkan warna kulit, serta perawatan lipatan gelap di area ketiak dan paha.

Selain itu, Haloskin menyediakan perawatan untuk tanda penuaan guna menjaga elastisitas kulit, solusi untuk kondisi chicken skin agar tekstur kulit lebih halus, serta perawatan khusus bagi ibu hamil dan menyusui dengan formulasi yang disesuaikan dengan kebutuhan di masa tersebut.

Melalui pengembangan layanan ini, Haloskin mempertegas posisinya sebagai klinik digital perawatan kulit yang dapat diandalkan. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari misi Halodoc dalam membangun ekosistem kesehatan digital yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Dengan dukungan teknologi, tenaga medis berpengalaman, serta pendekatan personal, Haloskin diharapkan dapat membantu masyarakat memulai tahun 2026 dengan kondisi kulit yang lebih sehat dan rasa percaya diri yang lebih baik. Layanan Haloskin dapat diakses melalui aplikasi Halodoc, dengan pilihan konsultasi langsung bersama dokter spesialis kulit sesuai kebutuhan masing-masing pengguna.