Penjualan Ritel: Konsumsi Masih Ada, Tapi Tak Cukup Kuat
Tim Riset Bloomberg Technoz
12 January 2026 12:47

Bloomberg Technoz, Jakarta - Laporan Survei Penjualan Eceran dari Bank Indonesia (BI) yang rilis hari ini, Senin (12/1/2026), menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,3% secara tahunan untuk November 2025. Di balik narasi resmi bahwa konsumsi rumah tangga Indonesia masih "tumbuh," Survei Penjualan Eceran juga mengirim sinyal bahwa pertumbuhan itu cenderung sempit.
Hal ini terlihat pada angka kenaikan bulanan sebesar 2% yang cenderung ditopang oleh fluktuasi musiman akhir tahun, ketimbang penguatan daya beli. Secara level, Indeks Penjualan Ritel (IPR) belum mampu menunjukkan puncak konsumsi yang umumnya terjadi pada fase ekspansi ekonomi yang sehat.
"Pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh peningkatan penjualan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Barang Budaya dan Rekreasi," kata laporan BI.
Pertumbuhan yang hampir sepenuhnya ditopang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta suku cadang dan aksesori kendaraan, menunjukkan konsumsi rumah tangga menguat bukan karena adanya peningkatan kesejahteraan, tapi karena kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda.
Di saat yang sama, penjualan barang tahan lama justru turun. Penjualan peralatan informasi dan komunikasi naik 13,9% secara bulanan, namun terkontraksi sebesar 27,4% secara tahunan.





























