Logo Bloomberg Technoz

Kala Gaji Pekerja Tak Mampu Mengejar Kenaikan Biaya Hidup

Dian Sari Pertiwi
05 January 2026 17:30

Pekerja kantor berjalan di jalur pedestrian di jalan Jend. Sudirman, Jakarta, Selasa (2/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja kantor berjalan di jalur pedestrian di jalan Jend. Sudirman, Jakarta, Selasa (2/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Memasuki babak baru, perekonomian Indonesia diprediksi berada di jalur yang relatif aman. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan berada di kisaran 5% selama dua tahun ke depan hingga 2027. 

Namun, di balik indikator makro yang solid itu, masih tersimpan masalah struktural yang semakin terasa di tingkat rumah tangga: lemahnya upah riil dan rendahnya kualitas pekerjaan yang tersedia. 

Melansir laporan Bank Dunia (5/1/2025), upah riil di Indonesia tercatat menurun sejak tahun 2018. Hal ini menandakan bahwa kenaikan gaji nominal tidak cukup untuk mengimbangi kenaikan biaya hidup. 


"Upah riil menunjukkan tren penurunan sejak 2018, sementara struktur ketenagakerjaan memperlihatkan gejala polarisasi, dengan menyusutnya lapangan kerja berkeahlian menengah dibandingkan segmen berkeahlian rendah maupun tinggi. Pendatang muda di pasar kerja secara tidak proporsional banyak terserap ke pekerjaan informal berlevel rendah," tulis laporan Bank Dunia yang bertajuk Indonesia Economic Prospect yang terbit pada akhir Desember 2025. 

Kondisi ini membuat pertumbuhan ekonomi terasa tidak benar-benar hadir dalam kehidupan sebagian besar rumah tangga, terutama bagi kelas menengah.