Logo Bloomberg Technoz

Sejak kerusuhan pecah pada 28 Desember, Presiden AS Donald Trump berulang kali memperingatkan rezim Iran untuk tidak menembaki demonstran. Trump dilaporkan telah menerima pengarahan mengenai opsi serangan militer terhadap Iran dalam beberapa hari terakhir.

“Iran sedang menatap KEBEBASAN, mungkin tidak seperti sebelumnya. AS siap membantu!!!” tulis Trump melalui akun media sosialnya pada hari Sabtu.

Pada Minggu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan nada yang lebih menenangkan dalam wawancara dengan televisi pemerintah, dengan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas “konsekuensi tragis” dari kerusuhan tersebut.

“Protes Anda harus didengar, dan kami harus menanggapi kekhawatiran Anda. Mari kita duduk bersama, bergandengan tangan, dan menyelesaikan masalah ini,” ujarnya, tanpa merinci bagaimana hal itu akan dilakukan. “Saya berjanji kepada rakyat tercinta, yang mungkin 90% di antaranya memiliki kekhawatiran, bahwa kami akan menanganinya. Kita akan melewati krisis ini.”

Meski demikian, Pezeshkian menuding AS dan Israel telah mendatangkan “teroris asing,” yang menurut klaimnya membakar masjid dan pasar, “memenggal sebagian orang, dan membakar yang lain hidup-hidup.” Sejumlah pejabat lain mengambil sikap yang lebih keras.

“Jika terjadi serangan militer AS, maka wilayah pendudukan serta pusat militer dan pelayaran AS akan menjadi target yang sah bagi kami,” kata Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah pada Minggu.

Ia kembali menegaskan peringatan bahwa Iran dapat bertindak secara preemptif terhadap ancaman potensial. “Dalam kerangka pembelaan diri yang sah, kami tidak membatasi diri untuk hanya merespons setelah terjadi serangan,” ujarnya.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Trump dalam beberapa hari terakhir telah menerima pengarahan mengenai berbagai opsi serangan militer terhadap Iran, termasuk terhadap target nonmiliter. Menurut pejabat tersebut, presiden AS secara serius mempertimbangkan untuk mengizinkan serangan.

Radio Angkatan Darat Israel melaporkan pada Minggu bahwa lembaga keamanan negara itu menilai kecil kemungkinan Iran akan menyerang Israel dalam waktu dekat. “Tidak teridentifikasi adanya kemauan langsung seperti itu di Israel—yang terlihat justru fokus Iran pada urusan internal,” kata laporan tersebut, mengutip pejabat pertahanan yang tidak disebutkan namanya.

Rekaman dari sejumlah kota di Iran menunjukkan ratusan ribu orang, termasuk banyak warga lanjut usia, tetap turun ke jalan meski ada peringatan keras dari otoritas agar tetap berada di rumah, di tengah pemadaman internet nasional dan pembatasan telekomunikasi ketat yang memblokir panggilan dan pesan teks sejak Kamis.

Kelompok pemantau internet NetBlocks mengatakan dalam unggahan di X pada Minggu dini hari bahwa konektivitas internet di Iran “masih stagnan di sekitar 1% dari tingkat normal.”

Meski demikian, sejumlah video di media sosial, yang dilaporkan berasal dari sebuah gudang di selatan Teheran, memperlihatkan orang-orang menyusuri puluhan jenazah dalam kantong mayat yang berjajar di tanah dan di atas tandu. Terdengar isak tangis ketika orang-orang membungkuk di atas kantong-kantong tersebut, berupaya mengenali orang-orang terkasih mereka.

Video lain, yang disebut berasal dari wilayah barat Teheran pada Sabtu malam, memperlihatkan ribuan demonstran memadati jalanan sambil mengangkat lampu ponsel di tengah gelapnya kota yang masih padam, diiringi siulan dan teriakan “Matilah diktator.” Sebuah truk terlihat terbakar di Mashhad, sementara rekaman yang diklaim berasal dari Minggu menunjukkan sebuah gedung administrasi pajak negara hangus terbakar semalaman di wilayah timur Teheran. Bloomberg tidak dapat memverifikasi secara independen seluruh rekaman tersebut.

(bbn)

No more pages