Logo Bloomberg Technoz

Puluhan Orang Diduga Tewas Pasca Demo Anti-Pemerintah di Iran

News
10 January 2026 20:45

Bendera Iran. (Bloomberg)
Bendera Iran. (Bloomberg)

Arsalan Shahla—Bloomberg News

Bloomberg, Demonstrasi anti-pemerintah terbesar yang melanda Iran dalam beberapa tahun terakhir semakin memuncak pada Jumat malam, memicu kekhawatiran akan meningkatnya korban tewas saat otoritas berupaya menekan demonstrasi.   

Rekaman media sosial yang bocor dari Iran di tengah pemadaman total jaringan internet dan telekomunikasi menunjukkan ratusan ribu orang berbaris dan meneriakkan anti-pemerintah di seluruh negeri, dengan adegan mengerikan tubuh-tubuh tergeletak dalam genangan darah. Rekaman lain menunjukkan bahwa banyak demonstran adalah orang tua.


Rekaman kamera ponsel terpisah dari Fardis, kota sekitar 50 kilometer barat Tehran, menunjukkan setidaknya tujuh jenazah berlumuran darah di dalam sebuah bangunan. Dalam video tersebut, orang-orang terlihat membalut kepala dan menutup mata seseorang, sementara informasi menyebut setidaknya 10 orang tewas akibat tembakan. Tidak ada rekaman yang dapat diverifikasi secara independen oleh Bloomberg.

Organisasi Pemberitaan dari Aktivis Hak Asasi Manusia berbasis di AS mengatakan pada Jumat bahwa setidaknya 65 orang tewas dan 2.311 ditangkap sejak protes dimulai pada 28 Desember, ketika pedagang di Tehran memprotes krisis mata uang dan kondisi hidup yang memburuk. Demonstrasi tersebut sejak itu menyebar ke seluruh negeri.