Logo Bloomberg Technoz

Iran Beri Peringatan Keras ke AS & Israel di Tengah Aksi Protes

News
12 January 2026 05:20

Ribuan demonstran turun ke jalan di seluruh Iran, termasuk ibu kota Teheran. (Bloomberg)
Ribuan demonstran turun ke jalan di seluruh Iran, termasuk ibu kota Teheran. (Bloomberg)

Arsalan Shahla - Bloomberg News

Bloomberg, Pemerintah Iran melayangkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel agar tidak melakukan intervensi terkait gelombang protes nasional di Iran, di tengah upaya pemerintah meredam kemarahan publik. Demonstrasi telah memasuki pekan ketiga, dengan jumlah korban tewas terus bertambah.

Sabtu (10/1) malam menandai malam ketiga eskalasi demonstrasi nasional setelah Reza Pahlavi, putra mendiang Syah Iran yang kini di pengasingan, menyerukan massa untuk menduduki pusat kota dan melakukan aksi mogok. Sejak kerusuhan pecah pada 28 Desember, Presiden Donald Trump berulang kali memperingatkan rezim Iran untuk tidak menembaki demonstran. Trump dikabarkan telah menerima pengarahan mengenai opsi serangan militer baru terhadap Iran.


Kelompok Iran Human Rights yang berbasis di Oslo menyatakan pada Minggu (11/1) bahwa mereka telah mengonfirmasi setidaknya 192 demonstran tewas, termasuk sembilan orang di bawah usia 18 tahun. Secara terpisah, Human Rights Activists News Agency yang berbasis di AS melaporkan jumlah korban tewas terkait kerusuhan terbaru mencapai 116 orang, dengan sebagian besar meninggal akibat tembakan peluru tajam atau peluru pelet.

Pada Minggu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengambil nada yang lebih lunak dalam wawancara di televisi pemerintah, dengan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas “konsekuensi tragis” dari kerusuhan tersebut.

Titik-titik aksi protes di Iran. (Sumber: Bloomberg)