Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Berpeluang Menguat, Pasar Pantau Gejolak Iran

News
12 January 2026 06:30

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Richard Henderson - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia diprediksi akan dibuka menguat pada perdagangan Senin pagi (12/1), mengikuti jejak Wall Street yang mencetak rekor tertinggi pada akhir pekan lalu berkat rilis data tenaga kerja AS. Di sisi lain, perhatian investor kini tertuju pada lonjakan harga minyak seiring memanasnya aksi protes di Iran.

Kontrak berjangka (futures) indeks saham Australia dan Hong Kong menunjukkan sinyal positif, mengambil momentum dari indeks S&P 500 yang ditutup naik 0,6% ke level puncak baru pada Jumat lalu. Indeks Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi bahkan menguat 1%. Sementara itu, pasar Jepang tutup hari ini karena libur nasional, sehingga perdagangan obligasi AS (Treasury) ditiadakan di wilayah Asia.


Sentimen positif ini dipicu oleh data ketenagakerjaan AS yang dianggap jinak. Meskipun jumlah lapangan kerja baru sedikit di bawah ekspektasi, tingkat pengangguran turun tipis ke level 4,4%.

Selain itu, keputusan Mahkamah Agung AS yang belum memberikan putusan terkait kebijakan tarif Presiden Donald Trump memberikan napas lega bagi pasar. Absennya putusan tersebut untuk sementara waktu menghilangkan hambatan bagi penguatan ekuitas global.

Grafik pergerakan minyak. (Sumber: Bloomberg)