Dalam beberapa minggu sebelum penangkapannya, pemerintahan Maduro—yang sebelumnya sempat membebaskan seluruh warga Amerika yang dipenjara melalui pertukaran tahanan—mulai melakukan penangkapan kembali terhadap warga AS. Salah satu yang ditahan adalah Johan Benlolo Jiménez, seorang penata rambut asal Miami berusia 41 tahun yang lahir di Venezuela.
Awal pekan ini, Venezuela mulai membebaskan beberapa tahanan politik sebagai apa yang mereka sebut sebagai "isyarat perdamaian." Langkah ini mendorong Presiden Donald Trump untuk menangguhkan gelombang serangan kedua yang telah direncanakan sebelumnya. Sejauh ini, puluhan tahanan telah dibebaskan, termasuk lima warga negara Spanyol.
Hingga Minggu pagi, belum ada konfirmasi mengenai pembebasan tahanan baru. Namun, pemerintah mulai memberikan konsesi langka dengan mengizinkan kunjungan terbatas di beberapa pusat penahanan, termasuk penjara El Helicoide yang tersohor di Caracas.
Victor Navarro, mantan tahanan politik yang kini menjabat Direktur Eksekutif inisiatif Realidad Helicoide, mengonfirmasi hal ini dalam wawancara telepon. Izin kunjungan ini diberikan di tengah meningkatnya tekanan dari keluarga tahanan yang berkumpul di luar pusat penahanan. Pada Sabtu malam, puluhan pengunjuk rasa menggelar doa bersama dengan lilin di luar Helicoide, memajang foto dan nama lengkap kerabat mereka.
Per 29 Desember, Venezuela menahan 863 tahanan politik, menurut Foro Penal, organisasi hak asasi manusia yang berbasis di Caracas. Hampir 90 di antaranya merupakan warga negara asing, sementara 106 adalah perempuan dan 176 lainnya merupakan anggota militer.
(bbn)




























