Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Stagnan Saat Mayoritas Kurs Asia Menghijau

Tim Riset Bloomberg Technoz
06 January 2026 09:36

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat 0,3% di posisi Rp16.735/US$. Selang beberapa menit, rupiah stagnan di tengah pergerakan hijau mayoritas mata uang di pasar Asia pagi ini, (6/1/2026).

Mata uang Asia sebagian besar berada di zona hijau pada pagi ini. Penguatan dipimpin oleh ringgit Malaysia dan baht Thailand masing-masing menguat 0,33%. Lalu, dolar Taiwan menyusul naik sebesar 0,23%, dolar Singapura dan renminbi China juga naik masing-masing 0,06%, sementara dolar Hong Kong hanya naik 0,01%. 

Sementara di zona merah, ada yen Jepang tergerus tipis 0,06%, won Korea Selatan 0,04%, dan peso Filipina turun 0,02%. Dua mata uang Asia yang stagnan pagi ini ada rupiah bersama dengan rupee India.

Nilai tukar mata uang pasar Asia terhadap dolar Amerika Serikat, Selasa (6/1/2026). (Sumber: Bloomberg)

Di tengah tekanan eksternal, pasar merespons positif beberapa mata uang Asia pagi ini, pasca melunaknya sikap Wakil Presiden Delcy Rodriguez, dan berjanji akan bersikap koperatif dengan AS.

Berbeda dengan pergerakan rupiah yang cenderung stagnan, jadi gambaran kehati-hatian pelaku pasar terhadap kondisi domestik.