Pemerintah Kumpulkan Bandar Sapi Usut Kenaikan Harga di Pasar
Recha Tiara Dermawan
23 February 2026 13:23

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah pusat menilai kenaikan harga daging sapi dan ayam menjelang Ramadan tidak bersumber dari peternak, melainkan terjadi di tingkat perantara dalam rantai distribusi.
Pemerintah berencana mengumpulkan asosiasi bandar sapi di Jawa Barat guna mengharmoniskan harga dan menekan praktik pengambilan margin berlebihan di tingkat perdagangan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir menyampaikan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan harga di tingkat hulu relatif stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan. Namun, harga di pasar konsumen justru melonjak dan dinilai tidak sejalan dengan kondisi produksi.
Tomsi menjelaskan berdasarkan laporan daerah dan pengecekan langsung ke pasar, harga sapi hidup di tingkat feedlotter masih berada di kisaran Rp55.000 per kilogram berat hidup. Dengan kondisi tersebut, ia menilai tidak ada alasan harga daging sapi melonjak tajam di tingkat konsumen.
“Di feedlotters sendiri harga keluarnya Rp55.000 sampai hari ini. Jadi tidak ada masalah di hulu ini, harga sapinya masih Rp55.000 per kilo berat hidup, artinya tidak mungkin harganya itu sampai Rp150.000 kalau ini ikut sama-sama dikendalikan,” ujar Tomsi, Senin (23/2/2026)




























