Logo Bloomberg Technoz

APSyFI:  Ketidakpastian Tarif AS Berpotensi Rugikan Industri RI

Recha Tiara Dermawan
23 February 2026 17:10

Duta Besar Greer menyatakan pengumuman Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Presiden Trump dengan Presiden Prabowo. (Dok. USTR)
Duta Besar Greer menyatakan pengumuman Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Presiden Trump dengan Presiden Prabowo. (Dok. USTR)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) buka suara soal ketidakpastian  arah kebijakan tarif Amerika Serikat usai Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif yang sebelumnya diberlakukan di era pemerintahan Presiden Donald Trump.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Farhan Aqil Syauqi, mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu langkah dan keputusan pemerintah Indonesia terkait implikasi kebijakan tarif Amerika Serikat terhadap kerja sama perdagangan bilateral.

“Terkait putusan MA AS dengan kaitannya perjanjian kerja sama AS-Indonesia, kami masih menunggu keputusan dari pemerintah Indonesia seperti apa. Namun, ketidakpastian ini bisa menimbulkan kerugian bagi Indonesia karena inkonsistensi tarif yang dikenakan oleh AS,” ujar Farhan kepada Bloomberg Technoz, Senin (23/2/2026).


Ia menyampaikan, inkonsistensi kebijakan tarif dari Amerika Serikat berpotensi menciptakan ketidakpastian bagi pelaku industri, terutama dalam perencanaan produksi dan ekspor. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi daya saing produk tekstil Indonesia di pasar global.

Farhan menambahkan, di tengah dinamika kebijakan perdagangan internasional, Indonesia perlu memperkuat fondasi industri dalam negeri.