Ketidakpastian Tarif Bikin Dolar Lesu, Bisakah Rupiah Menyalip?
Tim Riset Bloomberg Technoz
23 February 2026 08:18

Bloomberg Technoz, Jakarta - Membuka pekan ini, nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat terbatas dalam perdagangan Non-Deliverable Forward (NDF). Penguatan rupiah hari ini terkerek indeks dolar AS yang menyusut.
Dalam pembukaan perdagangan offshore hari ini, Senin (23/2/2026), rupiah dibuka menyusut 0,01% ke Rp16.876/US$. Namun kemudian berhasil menguat 0,05% menjadi Rp16.869/US$.
Pelemahan indeks dolar AS sebanyak 0,43% ke 97,37 membawa mata uang Asia yang sudah dibuka pagi ini kompak berada di zona hijau. Dolar menyusut seiring ketidakpastian tarif yang kembali dikemukakan oleh Presiden AS Donald Trump.
Dari sisi eksternal sentimen yang membayangi pergerakan mata uang Asia datang dari memanasnya hubungan AS-Iran dan kedua negara disebut bersiap untuk perang.
Ketidakpastian geopolitik ini juga semakin terakselerasi dengan akrobat Trump yang memberlakukan tarif impor global baru sebesar 10%, yang kemudian dinaikkan menjadi 15%, dengan alasan adanya krisis neraca pembayaran (balance of payments) di Negeri Adikuasa.




























