Premi Risiko Aset AS Naik, Rupiah Ikut Menguat Meski Terbatas
Tim Riset Bloomberg Technoz
23 February 2026 09:29

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah membuka perdagangan hari ini, Senin (23/2/2025), dengan penguatan terbatas menyusul melemahnya indeks dolar AS lantaran ketidakpastian kebijakan dan meningkatnya potensi volatilitas di pasar global.
Dalam pembukaan pasar spot hari ini, rupiah menguat 0,15% ke posisi Rp16.847/US$ seiring menyusutnya indeks dolar AS sebesar 0,43% ke 97,37. Penyusutan dolar AS juga ikut menggairahkan pasar mata uang Asia yang hari ini mayoritas menguat.
Namun, tak berselang lama, penguatan rupiah tertahan dan menyisakan nilai apresiasi sebesar 0,11% menjadi Rp16.855/US$. Meski begitu, rupiah masih berada di zona hijau bersama mata uang Asia lainnya.
Yen Jepang memimpin penguatan sebesar 0,54%, disusul baht Thailand 0,49%, lalu ringgit Malaysia 0,44%, peso Filipina menguat 0,37%, dolar Singapura menguat 0,19%, won Korea Selatan juga terapresiasi sebesar 0,16%, yuan offshore China juga menguat 0,15%, dolar Taiwan menguat 0,03%.
Agaknya awal pekan ini investor global mulai memasukkan premi risiko yang lebih tinggi terhadap aset AS. Beberapa jam setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif resiprokal AS, Presiden Donald Trump malahan memberlakukan tarif global baru sebesar 10% yang kemudian dinaikkan menjadi 15%, serta berjanji menggunakan kewenangan lain untuk mempertahankan kebijakan tarif tersebut.






























