Logo Bloomberg Technoz

Dolar Lesu, Rupiah Menguat Tiga Hari Beruntun

Tim Riset Bloomberg Technoz
23 February 2026 14:43

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang ini kembali bergerak menguat, menyusul lesunya indeks dolar AS lantaran ketidakpastian tarif yang dilancarkan Presiden Donald Trump. 

Dalam perdagangan spot siang hari ini, Senin (23/2/2026), rupiah bergerak menguat 0,46% ke posisi Rp16.794/US$ pada pukul 13:35 WIB, seiring menyusutnya indeks dolar AS sebesar 0,38% ke 97,42. Penguatan siang ini menandai hari ketiga rupiah menguat dalam sesi perdagangan siang.

Rupiah tercatat menguat 0,27% dalam lima hari terakhir. 

Pergerakan rupiah hari ini (23/2/2026) menguat 0,46% di bawah Rp16.800-an. (Bloomberg)

Penguatan rupiah ditopang oleh dolar AS yang kembali menyusut menyusul keputusan Mahkamah Agung AS untuk membatalkan tarif global Presiden Trump. Meskipun Trump malahan memperkenalkan tarif baru sebesar 10%, yang kemudian dinaikkan menjadi 15%, ketidakpastian kebijakan perdagangan yang diperbarui ini kemudian membatasi laju penguatan bagi dolar AS.

Di dalam negeri, Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 4,75%, sesuai ekspektasi pelaku pasar. Penahanan tingkat suku bunga ini menandai pekan kelima beruntun, setelah BI sempat memberikan pemotongan kumulatif sebesar 150 bps sejak September 2024 di saat inflasi relatif terkendali.