Logo Bloomberg Technoz

Data domestik yang rilis kemarin (5/1/2026) menambah tekanan bagi rupiah. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa tingkat inflasi mencapai 2,92%. Banjir di Sumatera mendorong kenaikan inflasi pangan dan energi, masing-masing menjadi 5,38% dan 0,66% secara tahunan. 

Tekanan inflasi diprediksi akan berlanjut lantaran di kuartal I-2026, lantaran ada faktor musiman bulan puasa pada Februari, lalu disusul Idul Fitri pada Maret.

"Inflasi diperkirakan meningkat ke sekitar 4,90% secara tahunan," kata Lionel Priyadi Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, dalam laporannya, Senin (5/1/2026). 

Di sisi lain, data realisasi ekspor-impor juga tercatat lebih rendah dari ekspektasi pasar. Data ekspor tercatat -6.60%, lebih rendah dari ekspektasi sebesar -1,85%. Begitu juga dengan realisasi impor 0,46% jauh lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 3,61%. 

(riset/aji)

No more pages