Menutup Hari, Rupiah Masuk Podium Singgasana Mata Uang Asia
Tim Riset Bloomberg Technoz
23 February 2026 15:29

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menutup hari pertama perdagangan pekan ini, rupiah kembali mencatatkan penguatan di tengah melemahnya indeks dolar Amerika Serikat (AS) dan menempati posisi ketiga di pasar mata uang Asia.
Rupiah tercatat menguat 0,47% ke posisi Rp16.794/US$ seiring menyusutnya indeks dolar AS sebesar 0,37% ke 97,43. Pelemahan dolar AS imbas dari pemberlakuan tarif baru oleh Presiden Donald Trump sebesar 10%, yang kemudian dinaikkan menjadi 15%.
Ketidakpastian kebijakan perdagangan ini kemudian membatasi laju penguatan bagi dolar AS dan mengerek sejumlah mata uang Asia ke zona hijau. Penguatan mata uang Asia dipimpin oleh peso Filipina yang menguat 0,98%, disusul baht Thailand 0,58%, lalu Indonesia di posisi ketiga dengan penguatan 0,47%. Berada di posisi ketiga terbaik di Benua Kuning, rupiah masuk 'podium'.
Rupiah mendapat angin segar dari pergerakan dolar AS yang menurun, serta adanya data-data internal yang sedikit mendukung penguatan seperti data realisasi pendapatan negara yang mengalami kenaikan. Kementerian Keuangan mencatat hingga 31 Januari 2026 pemerintah membukukan pendapatan negara sebesar Rp172,7 triliun, atau setara 5,5% dari target APBN yang dipatok sebesar Rp3.153,6 triliun.
Kebijakan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pekan lalu, sesuai ekspektasi pelaku pasar, juga turut memperkuat posisi rupiah di pasar Asia. Penahanan tingkat suku bunga ini menandai kali kelima beruntun, setelah BI sempat memberikan pemotongan kumulatif sebesar 150 bps sejak September 2024 di saat inflasi relatif terkendali.































