Logo Bloomberg Technoz

Wamendag Bidik Perluasan Komoditas Bursa Berjangka RI

Farid Nurhakim
02 January 2026 16:30

Wamendag RI Dyah Roro Esti di sela acara WhatsApp Business Summit Indonesia 2025 Jakarta Selatan, (12/8/2025). (Bloomberg Technoz/Farid)
Wamendag RI Dyah Roro Esti di sela acara WhatsApp Business Summit Indonesia 2025 Jakarta Selatan, (12/8/2025). (Bloomberg Technoz/Farid)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Republik Indonesia (RI) Dyah Roro Esti Widya Putri menyebut komoditas non-migas Indonesia RI menjadi komoditas unggulan yang bisa terus mendorong transaksi bursa berjangka RI.

“Seperti CPO ini, yang tentunya patut menjadi pemantik bagi seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) di industri perdagangan berjangka komoditi untuk terus didorongnya transaksi melalui bursa berjangka serta mengoptimalkan tata niaga, dan ekosistem yang ada.” katanya. 

“Dan pada kesempatan ini saya harapkan, untuk komoditas unggulan yang belum diperdagangkan di bursa berjangka, untuk dapat diperdagangkan di bursa berjangka tersebut untuk mendapat manfaat pembentukan harga dan harga acuan, serta manfaat lindung nilai ataupun hedging, yang dapat memastikan adanya harga terbaik bagi pelaku perdagangan komoditas di Indonesia”


Terlebih, komoditas non-migas Indonesia menjadi penopang surplus neraca perdagangan yang bersifat konsisten pada periode Januari hingga Oktober 2025 yang lalu di tengah geopolitik global hingga ketidakpastian ekonomi.

"Tentu di tengah berbagai dinamika geopolitik global dan ketidakpastian perekonomian global saat ini, kita patut mensyukuri bahwa ketika melihat dari segi datanya, neraca perdagangan kita konsisten menjaga dan mengalami surplus perdagangan sepanjang periode Januari hingga Oktober tahun 2025," kata Roro dalam acara "Pembukaan Perdagangan Bursa Berjangka Komoditi Indonesia Tahun 2026" di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Jakarta Pusat, Jumat (2/1/2026).