Dia menyebut pada periode itu, neraca perdagangan RI mengalami surplus senilai US$35,88 miliar atau setara dengan Rp600,2 triliun (asumsi kurs Rp16.728/US$). Menurut dia, angka tersebut disebabkan adanya kontribusi nilai ekspor yang sebesar US$234,04 miliar atau sekitar Rp3.915 triliun.
"Sepanjang Januari hingga Oktober tersebut, tercatat surplus sebesar US$35,88 miliar," ujar Roro.
Sementara, lanjut dia, nilai impor senilai US$198,16 miliar atau setara dengan Rp3.314 triliun. Lalu, dari total nilai ekspor tersebut, tercatat sebesar US$223,12 miliar atau sekitar Rp3.732 adalah dari sektor non-migas.
"Jadi mayoritas dari proportion (proporsi) surplus kita adalah dari non-migas. Dan juga US$10,93 miliar (setara dengan Rp182,8 triliun) merupakan dari sektor migas itu sendiri," tutur Roro.
(ell)






























