Wall Street Tertekan, Data PHK Buat Saham Teknologi Rontok
News
07 November 2025 05:20

Rita Nazareth - Bloomberg News
Bloomberg, Wall Street bergejolak pada perdagangan Kamis (6/11) setelah muncul bukti kuat bahwa pasar tenaga kerja mulai melemah. Kondisi tersebut menekan saham-saham teknologi bernilai tinggi dan aset kripto, sementara obligasi justru menguat karena meningkatnya harapan bahwa Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga.
Indeks saham AS melemah untuk kedua kalinya dalam tiga hari terakhir, dan imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun anjlok paling tajam dalam sebulan. Data dari Challenger, Gray & Christmas Inc. menunjukkan jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) di AS pada Oktober mencapai level tertinggi dalam lebih dari 20 tahun. Nasdaq 100 turun 1,9%, sementara indeks volatilitas utama sempat menembus angka 20.
Selama ini, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed dan lonjakan saham berbasis kecerdasan buatan (AI) menjadi pendorong utama pasar bullish. Namun, kekhawatiran terhadap valuasi saham mulai meningkat, di tengah sinyal teknikal yang memperingatkan potensi koreksi dan semakin sempitnya kelompok saham yang memimpin penguatan pasar.
Menurut Chris Murphy dari Susquehanna International Group LLP, penurunan saham kali ini mungkin membantu “menghilangkan euforia berlebihan” dari pasar.
“Risiko kembali meningkat,” kata Fawad Razaqzada dari Forex.com. “Ini menunjukkan bahwa tidak semuanya soal harapan pemangkasan suku bunga—realitas mulai menggigit. Setelah berbulan-bulan euforia akibat AI, para pelaku pasar kini kembali diingatkan bahwa fundamental tetap penting.”




























