Logo Bloomberg Technoz

Dia menyatakan, jika hal itu terjadi, pembelian BBM lanjutan dari Pertamina tidak akan melewati proses panjang seperti pengadaan pertama. Penyebabnya, seluruh aspek teknis dan syarat yang diberikan BP-AKR telah dipenuhi dalam pengadaan BBM sebelumnya.

“Karena sudah ada kesepakatan teknis dan komersial dengan Pertamina yang masih punya banyak kuota. Isu impor pada WP&B [work program and budget] 2025 tidak lagi akan masalah,” tegas dia.

Di sisi lain, Hadi juga menyoroti kualitas BBM yang dijual BP-AKR. Apalagi, sebelumnya terdapat badan usaha (BU) hilir migas swasta—operator SPBU Vivo — yang menolak membeli BBM dasaran dari Pertamina karena terdapat kandungan etanol 3,5%.

Dia berharap base fuel yang dijual ke BP-AKR sudah sesuai dengan standar perusahaan atau setidaknya memiliki kualitas yang masih bisa ditoleransi oleh perusahaan asal Inggris tersebut.

“Tentu ini hak BP untuk menoleransi terhadap spesifikasi yang ada.Terkait dengan brand image jelas ini tidak sejalan. Namun, mungkin BP Holding bisa menerima karena terdesak,” kata Hadi.

Dihubungi terpisah, PT Pertamina Patra Niaga menyatakan BP-AKR telah menyerap 100.000 barel BBM dasaran atau base fuel, melalui impor yang khusus dilakukan untuk memasok BBM ke BP-AKR.

Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyampaikan, base fuel yang dipasok ke BP-AKR telah melewati berbagai tahapan yang sesuai dengan good corporate governance (GCG).

Dia menyebut tender penyuplai yang dilakukan telah menerapkan aspek GCG dan konfirmasi berulang dengan PT APR.

Selain itu, terdapat beberapa tahapan lainnya yang sudah terpenuhi, yakni; pelaksanaan joint surveyor, serta mekanisme open book untuk negosiasi aspek komersial.

Dengan begitu, Roberth memastikan bahwa BBM yang dipasok ke APR telah memenuhi seluruh persyaratan dari APR sebagai bentuk komitmen tindak lanjut atas arahan pemerintah.

Sementara itu, Presiden Direktur BP-AKR Vanda Laura memastikan konsumen tak perlu khawatir dengan kualitas BBM  yang mereka jual, meskipun pasokan utamanya kini berasal dari pembelian melalui mekanisme business to business (B2B) dengan Pertamina Patra Niaga.

BP-AKR menjamin bahwa base fuel RON 92 impor yang didapatkan dari Pertamina Patra Niaga telah melalui serangkaian proses uji kualitas yang ketat. Proses ini melibatkan pengawasan dari surveyor independen yang tepercaya.

“Prioritas kami jelas, BP 92 kembali tersedia dan kualitas produk yang dihadirkan konsisten terjaga,” ujar Vanda dalam keterangan resminya, Jumat (31/10/2025).

“Fokus mutu ini bagian dari komitmen jangka panjang kami membangun layanan energi yang terpercaya di Indonesia.”

(azr/wdh)

No more pages