Logo Bloomberg Technoz

Pagi ini, terlihat dolar AS tidak terlampau dominan di Asia. Mata uang Negeri Adikuasa memang sedang lesu. 

Kemarin, Dollar Index (yang mencerminkan posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) ditutup melemah 0,35% ke 98,695. Pagi ini, indeks tersebut masih melemah 0,27% ke 98,43 pada pukul 09:10 WIB.

Dollar Index (Sumber: Bloomberg)

Perkembangan hubungan AS-China jadi perhatian pasar. Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa negaranya memang sudah terlibat perang dagang dengan China.

“Kita memang sedang di dalamnya (perang dagang). Kami punya tarif 100%. Jika kami tidak punya tarif, maka kami akan terekspos sebagai pihak yang tidak punya apa-apa,” tegas Trump kepada para jurnalis, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.

Perang dagang dikhawatirkan kian sengit, dan pada akhirnya melukai perekonomian AS sendiri. Aset-aset berbasis dolar AS pun dihindari.

Kini, investor sepertinya lebih memilih emas sebagai sarana perlindungan. Harga sang logam mulia melesat menembus rekor baru di atas US$ 4.200/troy ons.

“Kita akan melihat volatilitas terkait perkembangan AS-China. Ini masih akan terjadi sampai ada kejelasan,” kata Nick Twidale, Chief Market Analyst di AT Global Markets yang berbasis di Sydney (Australia), juga dinukil dari Bloomberg News.

(aji)

No more pages