Indeks ini genap turun dua hari beruntun. Selama dua hari tersebut, Dollar Index berkurang 0,61%.
“Pelemahan indeks dolar AS dipicu oleh kenaikan probabilitas shutdown (penutupan pemerintahan untuk sementara) setelah pertemuan di Gedung Putih antara Presiden Donald Trump dengan para pemimpin Senat dan DPR AS dari Partai Republik maupun Partai Demokrat berakhir buntu. Partai Demokrat bersikeras meminta Trump untuk memulihkan semua program subsidi kesehatan Affordable Care Act (Obama Care) yang akan berakhir tahun ini. Trump dan petinggi-petinggi Partai Republik menolak permintaan tersebut dengan alasan pemulihan pendanaan program tersebut berpotensi menambah defisit fiskal hingga US$ 1 triliun selama 10 tahun mendatang,” terang riset Mega Capital Sekuritas.
Opsi anggaran sementara hingga November juga gagal disepakati. Akibatnya, pengumuman sejumlah data penting selama 2-3 minggu ke depan berpotensi tertunda. Antara lain adalah data ketenagakerjaan, klaim tunjangan pengangguran, inflasi, dan sebagainya.
“Pasar akan menghadapi periode flying blind hingga shutdown berakhir karena bergerak tanpa panduan data-data krusial. Volatilitas tinggi akan mewarnai pergerakan pasar pada Oktober. Investor global merespons dengan flight to safety, terutama emas,” lanjut riset tersebut.
- Dengan asistensi Ruisa Khoiriyah -
(aji)






























