Kenaikan ekspor ini terjadi di tengah dinamika ekonomi global yang memberikan tekanan eksternal bagi industri otomotif, kenaikan bahan baku, disrupsi rantai pasok, fluktuasi nilai tukar, dan bermacam-macam kendala lainnya.
“Namun kita para produsen terus menjaga produksi dan semua ekosistem yang ada di dalam industri otomotif, khususnya kendaraan roda dua ini untuk terus tumbuh, menjaga ketahanan industri, melindungi daya beli masyarakat.” kata Faisol.
Berbeda dengan pertumbuhan ekspor, Penjualan motor mengalami penurunan sepanjang Agustus 2025. Penjualan motor Agustus tercatat mencapai 578.041 unit, alias turun 1,53% dibandungkan penjualan Juli 2025 sebanyak 587.048 unit.
Secara tahunan, penjualan motor sepanjang tahun berada di angka 4.269.718 unit, ata turun 1.7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sebanyak 4.343.781 unit.
(ell)






























