Logo Bloomberg Technoz

Ekspor Produk Tambang Januari–April Turun 8,4%, Dipicu Batu Bara

Azura Yumna Ramadani Purnama
02 June 2026 16:20

Large lumps of coking coal move along a conveyor belt in a processing facility./Bloomberg-Bartek Sadowski
Large lumps of coking coal move along a conveyor belt in a processing facility./Bloomberg-Bartek Sadowski

Bloomberg Technoz, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor produk pertambangan dan lainnya sepanjang Januari—April 2026 turun 8,44% menjadi US$10,57 juta dari periode yang sama pada tahun lalu senilai US$11,55 juta, dipicu oleh penurunan ekspor batu bara.

BPS mengungkapkan penurunan ekspor produk pertambangan lainnya pada Januari—April 2026 disumbang oleh menurunnya ekspor batu bara yang anjlok 7,27% secara tahunan menjadi US$7,57 miliar, dari periode yang sama pada tahun lalu senilai US$8,17 miliar.

Berdasarkan volume, ekspor batu bara sepanjang Januari—April 2026 mencapai 114,54 juta ton atau turun 6,7% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebesar 122,76 juta ton.


“Ekspor produk pertambangan dan lainnya turun 8,44% yang disumbang oleh menurunnya ekspor batu bara,” tulis BPS dalam berita resmi statistik (BRS) terbarunya, Selasa (2/6/2026).

Dalam konferensi pers hari ini, Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengungkapkan ekspor batu bara atau HS2701 pada Januari 2026 mencapai US$1,82 miliar, Februari 2026 sebesar US$1,66 miliar, Maret 2026 sebesar US$2,03 miliar, dan April 2026 sebesar US$2,1 miliar.