Kredit 'Nganggur' Ribuan Triliun, Cermin Keraguan Sektor Riil
Redaksi
18 September 2025 15:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kredit menganggur alias undisbursed loan makin menumpuk di perbankan, menunjukkan kondisi permintaan pinjaman dari sektor riil saat ini memang begitu rendah, menyusul kelesuan dunia usaha tertekan masih suramnya keyakinan dunia usaha, ditambah keyakinan konsumen nan lemah juga meluasnya pukulan daya beli.
Berdasarkan data Bank Indonesia yang dipublikasikan pada Rabu (17/9/2025), tercatat bila angka rasio undisbursed loan terhadap plafon kredit yang mencerminkan nilai fasilitas pinjaman yang belum dicairkan oleh nasabah, masih tinggi di angka 22,71% pada Agustus 2025. Angka itu setara dengan Rp2.372,11 triliun.
Sebagai perbandingan, pada akhir tahun lalu, rasionya masih di kisaran 22,35%. Begitu juga bila dibanding posisi setahun silam, juga lebih tinggi. Pada Agustus 2024, demikian catatan BI, rasio undisbursed loan ada di angka 22,3%.
Berdasarkan jenis kredit, undisburded loan terbesar dicatat oleh kredit modal kerja, dengan rasio mencapai 34%. Disusul oleh kredit investasi sebesar 11,92% dan kredit konsumsi 10,01%.
Fasilitas kredit menganggur untuk jenis pinjaman modal kerja, terbanyak terdapat di sektor industri, pertambangan, jasa dunia usaha serta perdagangan. "Serta teridentifikasi pada kelompok bank asing," kata BI.






























