'Air' Likuiditas Deras di Hulu, Apakah Hilir Siap Menampung?
Hidayat Setiaji
18 September 2025 13:46

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) kompak dalam upaya menggelontorkan likuiditas ke perekonomian. Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong laju pertumbuhan ekonomi.
Terbaru, BI kembali menurunkan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi September. Ini menjadi penurunan kelima sepanjang 2025 saja.
“Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 September 2025 memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,5%,” ungkap Perry dalam konferensi pers usai RDG, Rabu (17/9/2025).
Salah satu tujuan utama BI menurunkan suku bunga acuan adalah untuk mendorong ekspansi kredit perbankan. Sebab, MH Thamrin menilai suku bunga kredit perbankan masih cukup tinggi.
“BI Rate telah turun sebesar 125 bps sejak September 2024 menjadi 5%, yang merupakan level terendah sejak 2022. Dibandingkan dengan penurunan BI Rate, suku bunga deposito satu bulan hanya turun sebesar 16 bps dari 4,81% pada awal 2025 menjadi 4,65% pada Agustus. Penurunan suku bunga kredit perbankan bahkan berjalan lebih lambat, yaitu sebesar 7 bps dari 9,2% pada awal 2025 menjadi sebesar 9,13% pada Agustus.






























