Indonesia Open Jadi Ajang BNI Perkuat Ekosistem Digital

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menghadirkan ekosistem pembayaran digital terintegrasi dalam ajang Indonesia Open 2026 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta. Kehadiran layanan tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memperluas penggunaan transaksi non tunai pada penyelenggaraan event olahraga internasional.
Turnamen bulu tangkis bergengsi yang digelar pada 2 hingga 7 Juni 2026 itu menjadi salah satu momentum bagi BNI untuk memperkenalkan berbagai solusi pembayaran digital kepada masyarakat. Pengunjung dapat memanfaatkan mesin Electronic Data Capture (EDC) maupun QRIS wondr by BNI untuk melakukan transaksi di berbagai titik layanan yang tersedia.
Fasilitas pembayaran tersebut digunakan di area ticket box, booth merchandise resmi, hingga tenant kuliner yang beroperasi selama penyelenggaraan turnamen. Dengan dukungan sistem digital, transaksi dapat dilakukan secara lebih cepat tanpa harus bergantung pada penggunaan uang tunai.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan bahwa perseroan terus berupaya menghadirkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang kini semakin akrab dengan teknologi digital dalam kehidupan sehari hari.
Menurutnya, penyelenggaraan Indonesia Open menjadi kesempatan yang tepat untuk memberikan pengalaman transaksi yang lebih praktis kepada para pengunjung yang datang menyaksikan pertandingan para atlet dunia.
"Sembari menyaksikan pertandingan para atlet bulu tangkis kelas dunia, pengunjung dapat menikmati pengalaman transaksi yang lebih praktis dan nyaman. BNI menghadirkan berbagai kanal pembayaran digital yang dapat digunakan secara mudah oleh pengunjung maupun tenant selama Indonesia Open berlangsung," ujar Okki dalam keterangan tertulis.
Keberadaan sistem pembayaran digital tersebut juga mendukung aktivitas ekonomi yang berlangsung di sekitar arena pertandingan. Pengunjung dapat membeli makanan, minuman, maupun produk merchandise resmi dengan proses pembayaran yang lebih sederhana dan efisien.
BNI mencatat lebih dari 50 tenant kuliner serta berbagai usaha pendukung turut ambil bagian dalam penyelenggaraan Indonesia Open 2026. Seluruh pelaku usaha tersebut mendapatkan dukungan layanan transaksi melalui EDC dan QRIS wondr by BNI.
Dengan sistem pembayaran digital, proses transaksi menjadi lebih cepat serta memudahkan pencatatan bagi pelaku usaha. Selain meningkatkan efisiensi operasional, penggunaan pembayaran non tunai juga dinilai mampu memberikan pengalaman yang lebih baik bagi konsumen.
Dukung Ekosistem Transaksi Non Tunai
BNI menilai bahwa penerapan teknologi pembayaran digital dalam event olahraga internasional memiliki dampak yang lebih luas dibanding sekadar kemudahan transaksi. Implementasi tersebut turut berkontribusi dalam memperkuat ekosistem pembayaran non tunai di berbagai sektor ekonomi.
Menurut Okki, dukungan BNI terhadap Indonesia Open tidak hanya terbatas pada penyediaan layanan keuangan. Perseroan juga memiliki komitmen untuk mendukung perkembangan bulu tangkis Indonesia melalui berbagai bentuk kolaborasi dengan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
"Sebagai mitra strategis PBSI, BNI berkomitmen mendukung kemajuan bulu tangkis Indonesia secara menyeluruh. Selain mendukung pembinaan atlet dan penyelenggaraan turnamen, kami juga ingin memastikan para pengunjung memperoleh pengalaman yang lebih nyaman melalui layanan transaksi digital yang aman, cepat, dan praktis," katanya.
Kolaborasi antara BNI dan PBSI telah berlangsung dalam jangka panjang. Kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada dukungan terhadap atlet dan penyelenggaraan turnamen, tetapi juga mencakup pengembangan infrastruktur layanan keuangan yang menunjang kelancaran berbagai kegiatan olahraga internasional.
Melalui dukungan tersebut, BNI berupaya menghadirkan nilai tambah bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen. Mulai dari atlet, panitia, pelaku usaha, hingga penonton dapat merasakan manfaat dari sistem transaksi yang lebih modern.
Indonesia Open sendiri merupakan salah satu turnamen bulu tangkis paling prestisius di dunia yang setiap tahunnya menarik perhatian penggemar olahraga dari berbagai negara. Tingginya jumlah pengunjung membuat kebutuhan terhadap sistem pembayaran yang cepat dan efisien menjadi semakin penting.
Dalam konteks tersebut, digitalisasi pembayaran menjadi salah satu solusi yang mampu mendukung kelancaran aktivitas selama turnamen berlangsung. Penggunaan QRIS dan EDC memungkinkan transaksi dilakukan dalam waktu singkat sehingga dapat mengurangi antrean di berbagai titik layanan.
Selain mendukung penyelenggaraan turnamen, momentum Indonesia Open 2026 juga dimanfaatkan BNI untuk memperluas penggunaan layanan digital di kalangan masyarakat. Perseroan terus mendorong pemanfaatan aplikasi wondr by BNI sebagai salah satu kanal utama layanan perbankan digital.
Melalui aplikasi tersebut, nasabah dapat mengakses berbagai kebutuhan perbankan secara praktis. Mulai dari pembukaan rekening hingga transaksi harian dapat dilakukan secara digital dengan fleksibilitas yang lebih tinggi.
BNI juga tengah menjalankan program Rejeki wondr BNI 2026 yang menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan engagement dengan nasabah. Program tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk memanfaatkan layanan digital yang tersedia.
Di sisi lain, para pelaku usaha yang beroperasi di area pertandingan juga memperoleh manfaat dari penggunaan sistem pembayaran digital. Selain mempercepat transaksi, seluruh proses pembayaran dapat terdokumentasi dengan lebih baik sehingga membantu pengelolaan usaha secara lebih efektif.
BNI menilai bahwa digitalisasi pembayaran merupakan salah satu elemen penting dalam mendorong inklusi keuangan nasional. Semakin luas penggunaan transaksi non tunai, semakin besar pula peluang masyarakat untuk mengakses layanan keuangan yang modern dan aman.
Transformasi digital yang terus berkembang juga dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, perseroan terus mengembangkan berbagai inovasi layanan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat di era digital.
































