Yuliot menyebut BBM Pertamina memiliki warna berbeda-beda tiap RON-nya, sedangkan bensin dari operator SPBU swasta tidak memiliki warna penanda khusus.
“Jadi kalau di sini juga mungkin itu ada aditif. [Zat] aditif kalau memang itu ada tambahan aditifnya, ya silakan itu nanti ditambahkan oleh badan usaha yang bersangkutan,” jelas Yuliot.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya membantah telah terjadi kelangkaan stok BBM di SPBU Tanah Air; terutama selama periode atau situasi yang kurang kondusif akhir-akhir ini.
“Enggak ada [kekosongan]. Jadi gini, untuk ketersediaan BBM nasional kita, untuk swasta kita memberikan kuota impor itu seperti 2024. Contoh 1 juta. Pada 2025 kita berikan tambah 10% jadi 1,1 itu contoh,” kata Bahlil kepada awak media, di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (1/9/2025) malam.
Dengan ditambahnya kuota impor untuk BU hilir migas swasta tersebut, Bahlil menyatakan seharusnya tidak terdapat kelangkaan BBM yang terjadi di SPBU swasta.
Akan tetapi, Bahlil menyebut bahwa perusahaan SPBU swasta tersebut kembali meminta tambahan kuota impor.
Walhasil, dia menyarankan agar para pengusaha swasta tersebut tak perlu kembali mengimpor BBM, tetapi didorong untuk membeli dari perusahaan pelat merah, yaitu Pertamina.
“Namun, kalau meminta tambah, saya katakan bahwa persediaan nasional kita masih ada. Jadi bisa dilakukan kolaborasi B2B dengan persediaan nasional,” ujar Bahlil.
Di sisi lain, Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Migas Nasional (Aspermigas) Moshe Rizal menilai kilang Pertamina tidak cukup memadai untuk memasok BBM ke SPBU swasta yang sedang dilanda kehabisan stok bensin.
Selain kapasitasnya yang terbatas, Moshe menilai, kilang milik Pertamina sudah cukup berumur atau terbilang tua.
“Masalahnya kapasitas kilang minyak di Indonesia pun juga sangat terbatas begitu, untuk kebutuhan Pertamina sendiri itu juga sangat ketat,” kata Moshe, awal pekan ini.
“Jadi alokasinya berapa yang ada ekstra untuk misalkan BP sama Shell, itu kan juga perlu dipertimbangkan.”
(wdh)





























