Logo Bloomberg Technoz

Penyebab RI Alami Deflasi Agustus 2025 Versi BI

Redaksi
02 September 2025 13:40

RI Catatkan Inflasi Juni Lebih Tinggi dari Konsensus. (Diolah dari Berbagai Sumber)
RI Catatkan Inflasi Juni Lebih Tinggi dari Konsensus. (Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengklaim data inflasi Indonesia yang terjaga merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara BI dan pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan kerja sama yang dimaksud yakni dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah.

"Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2025 dan 2026," ujar Ramdan dalam keterangan tertulis, Selasa (2/9/2025).


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Agustus 2025 tercatat deflasi sebesar 0,08% secara bulanan (month-to-month/mtm), sehingga secara tahunan, inflasi IHK menurun menjadi 2,31% (yoy). Deflasi didorong oleh kelompok harga bergejolak (volatile food) dan harga diatur pemerintah (administered prices).

Inflasi kelompok inti pada Agustus 2025 tercatat sebesar 0,06% (mtm), lebih rendah dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 0,13% (mtm). Realisasi inflasi inti pada Agustus 2025 disumbang terutama oleh inflasi komoditas biaya pendidikan, yakni uang kuliah akademi/perguruan tinggi dan Sekolah Dasar (SD), serta emas perhiasan.