Logo Bloomberg Technoz

Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh faktor musiman, yakni dimulainya tahun ajaran baru dan peningkatan harga komoditas emas global, di tengah ekspektasi inflasi yang tetap terjaga. Secara tahunan, inflasi inti Agustus 2025 tercatat sebesar 2,17% (yoy), menurun dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 2,32% (yoy).

Kelompok volatile food pada Agustus 2025 mengalami deflasi sebesar 0,61% (mtm), menurun dibandingkan realisasi bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 1,25% (mtm). Deflasi kelompok volatile food disumbang antara lain oleh komoditas tomat, cabai rawit, dan bawang putih seiring dengan peningkatan pasokan selama periode panen komoditas hortikultura dan realisasi impor bawang putih.

Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 4,47% (yoy), lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,82% (yoy). Ke depan, inflasi volatile food diprakirakan tetap terkendali didukung oleh eratnya sinergi antara BI bersama TPIP dan TPID melalui GNPIP di berbagai daerah.

Kelompok administered prices pada Agustus 2025 mengalami deflasi sebesar 0,08% (mtm), menurun dibandingkan realisasi bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,09% (mtm). Deflasi kelompok administered prices terutama disumbang oleh komoditas tarif angkutan udara dan bensin.

Perkembangan tersebut didorong oleh implementasi diskon harga tiket pesawat dalam rangka peringatan HUT RI 2025 dan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Secara tahunan, kelompok administered prices tercatat inflasi sebesar 1,00% (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 1,32% (yoy).

(lav)

No more pages