Dia juga memaparkan, ada potensi sosok lain serupa Irvian atau bahkan lebih tinggi dalam kasus ini. Hal ini merujuk pada data bahwa jabatan Irvian sebenarnya pada 2022-2025. Padahal, aliran dana janggal sudah terjadi sejak 2019. KPK akan memeriksa apakah ada juga pengendali korupsi K3 pada 2019-2022.
Selain itu, menurut Asep, Irvian juga sudah tak mengisi jabatan di K3 sejak awal 2025. KPK menerima informasi Irvian disingkirkan karena dianggap tak loyal. Rencananya, penyidik akan memeriksa alasan pencopotan Irvian dan apa maksud tak loyal tersebut.
"Ini kita lihat di samping saudara IBM ada beberapa orang seperti itu," ujar dia.
Serahkan Uang dan Motor ke Immanuel Ebenezer
Menurut Asep, keterlibatan eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer dalam kasus ini juga beririsan dengan Irvian. Dia mengatakan, Immanuel menerima kabar tentang praktek pemerasan sertifikasi K3 saat mulai menjabat pada akhir 2024. Dia kemudian memanggil Irvian untuk melakukan konfirmasi.
Berdasarkan informasi KPK, Irvian dalam pertemuan tersebut kemudian menyerahkan uang tunai Rp3 miliar pada Desember 2024. Immanuel kemudian juga sempat bertanya kepada Irvian tentang motor yang cocok untuk dirinya. Akhirnya, Irvian membelikan satu unit Motor Ducati kepada Immanuel.
"Termasuk juga uang yang menurut pengakuan sementara dari IBM [Irvian] dan saksi-saksi lain untuk renovasi rumahnya [Immanuel Ebenezer]," ujar dia.
(dov/frg)





























