Logo Bloomberg Technoz

Menurut data Bloomberg Intelligence, perusahaan Magnificent Seven diperkirakan akan mencatatkan kenaikan laba gabungan sebesar 14% pada kuartal kedua, sedangkan laba perusahaan-perusahaan di indeks saham AS lainnya diperkirakan relatif datar.

"Perusahaan teknologi besar tetap krusial bagi kesehatan pasar," kata Lauren Goodwin dari New York Life Investments. "Kami memperkirakan perusahaan yang didorong oleh AI akan terus menopang pertumbuhan sektor teknologi. Adopsi AI di tingkat korporat semakin naik, tetapi lapisan aplikasi teknologi ini baru saja mulai diuji."

Di Asia, lelang obligasi pemerintah Jepang bertenor 40 tahun pada Rabu akan menjadi ujian pertama bagi minat investor terhadap obligasi bertenor super-panjang setelah Perdana Menteri (PM) Shigeru Ishiba kalah dalam Pemilu. 

Investor tetap khawatir akan prospek obligasi di salah satu negara maju dengan utang terbesar, di tengah ekspektasi meningkatnya belanja pemerintah karena Ishiba berusaha meredam ketidakpuasan para pemilih.

Magnificent Seven melonjak lebih dari 40% dari titik terendah April. (Bloomberg)

Di sektor perdagangan, Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Filipina yang menetapkan tarif 19% untuk ekspor negara tersebut. PM Kanada Mark Carney berusaha mengurangi ekspektasi tercapainya kesepakatan dalam 10 hari ke depan, tetapi mengaku sedang berusaha menstabilkan hubungan dengan AS.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkap dia akan bertemu dengan perwakilan China untuk perundingan dagang di Stockholm pekan depan, dan akan "membahas kemungkinan perpanjangan" batas waktu negosiasi saat ini, yang jatuh pada 12 Agustus.

Dia juga menjelaskan bahwa negosiasi dengan China kini bisa mencakup topik yang lebih luas, mungkin termasuk pembelian Beijing atas minyak Rusia dan Iran yang dikenai sanksi.

Bessent mengatakan kepada Fox Business bahwa ia tidak melihat alasan bagi Powell untuk mundur. Sementara itu, Trump menekankan keyakinannya bahwa suku bunga acuan The Fed seharusnya turun 3 poin persentase.

Bessent, dalam kesempatan yang sama di Ruang Oval, mengatakan, "berdasarkan cara mereka memangkas suku bunga musim gugur [akhir tahun] lalu, mereka seharusnya memangkas suku bunga sekarang."

"Kami memperkirakan volatilitas pasar akan meningkat menjelang batas waktu tarif 1 Agustus, dengan ancaman terhadap independensi Federal Reserve dan ketidakpastian geopolitik yang masih membayangi," kata Ulrike Hoffmann-Burchardi dari UBS Global Wealth Management.

(bbn)

No more pages